PSBB Jakarta, Ojol Boleh Angkut Penumpang, Tempat Ibadah Buka dengan Syarat, Perkantoran Dibatasi

PSBB Jakarta, Ojol Boleh Angkut Penumpang, Tempat Ibadah Buka dengan Syarat, Perkantoran Dibatasi

JAKARTA—Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  memberlakukan pengurangan armada dan frekuensi layanan serta pembatasan kapasitas 50 persen untuk transportasi publik pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Senin (14/9/2020).

Untuk kendaraan pribadi hanya dibolehkan dua orang per baris kursi jika mengangkut keluarga yang berdomisili satu rumah. Selan itu, meniadakan kembali kebijakan ganjil genap.

Sementara itu, untuk ojek online diizinkan membawa penumpang dan barang dengan menjalankan protokol kesehatan ketat.

“Sepeda motor berbasis aplikasi diperbolehkan mengangkut penumpang dengan menjalankan protokol ketat," ujar Gubernur Anies Baswedan, bersama jajaran Forkopimda DKI Jakarta dan Satgas Penanganan Covid-19 dalam menyampaikan teknis PSBB selama dua pekan ke depan, di Balaikota, Minggu (13/9/2020).

Menurut Anies, PSBB kali ini fokus pembatasan di area perkantoran karena yang menyumbangkan kasus positif Covid-19 terbanyak.

“Selama ini protokol kesehatan di kantor pemerintahan telah berjalan baik. Namun swasta harus ada peningkatan."katanya.

Pada PSBB dua pekan ke depan ini tempat ibadah yang masih bisa buka dengan pembatasan dan protokol kesehatan ketat, adalah tempat ibadah yang dikhususkan bagi warga setempat atau tempat ibadah lingkungan.

“Rumah ibadah raya yang jamaahnya datang dari mana-mana seperti Masjid Raya tidak dibolehkan untuk dibuka, harus tutup," ujar Anies

Gubernur DKI mengingatkan warga untuk patuh selama PSBB karena kondisi pandemi Covid-19 di Ibu Kota  semakin mengkhawatirkan.(hy)