Positif Covid-19 di Jakarta Mencapai 68.927 Orang, RS Rujukan Libatkan 26 RS Swasta

Positif Covid-19 di Jakarta Mencapai 68.927 Orang, RS Rujukan Libatkan 26 RS Swasta

JAKARTA--Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI per hari ini, sebanyak 8.144 orang melakukan tes swab PCR untuk memastikan diagnosis atas kasus baru. Hasilnya, 894 positif dan 7.250 negatif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan adanya penambahan 1.289 kasus hari ini maka jumlah akumulatif pasien positif Covid-19 di Ibu Kota sejak Maret adalah 68.927 orang.

“Penambahan 1.289 ini, sebanyak 395 kasus  merupakan akumulasi data 14 hari sebelumnya dari 1 laboratorium yang baru dilaporkan”.kata Dwi, Jumat (25/9/2020).

Menurut Dwi, dari jumlah akumulatif pasien positif Covid-19 sebanyak 68.927 orang, 54.352 orang dinyatakan telah sembuh, 12.898 orang masih dirawat, dan 1.677 pasien meninggal.

Persentase hasil positif (positivity rate) di Jakarta mencapai 10,9 persen dalam sepekan terakhir. Positivity rate sepanjang pandemi sejak Maret 2020 mencapai 7,8 persen. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan positivity rate tidak lebih dari 5 persen. 

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Jumat (25/9/2020) mengatakan dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19 di Ibu Kota akan melibatkan 26 rumah sakit (RS) swasta menjadi rumah sakit rujukan. Selan itu, akan terus menambah kapasitas tempat tidur isolasi, ICU, alat pelindung diri (APD) serta akan kembali merekrut tenaga kesehatan untuk membantu penanganan Covid-19.

Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) mendukung langkah Pemprov DKI menambah 26 rumah sakit swasta sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien Covid-19.

Ketua Rekan Indonesia, Agung Nugroho mengatakan, berdasarkan data per 23 September, sekitar 81 persen dari total 4.812 tempat tidur perawatan pasien dan sekitar 74 persen dari 695 tempat tidur ICU di Ibukota telah terpakai.

Padahal, menurut Agung, berdasarkan rekomendasi WHO tingkat ketersediaan rumah sakit untuk penanganan Covid-19 seharusnya di bawah 60 persen.(hy)