Penerapan Kembali PSBB Berdampak Pada UMKM Pedagang Pasar Malam

Penerapan Kembali PSBB Berdampak Pada UMKM Pedagang Pasar Malam
DKI Jakarta serta Kabupaten dan Kota Bogor kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berakibat tutup nya wahana hiburan rakyat keliling (Komedi Putar).

JAKARTA,- Penerapan PSBB di sejumlah wilayah kembali diberlakukan. Langkah ini di ambil oleh kepala daerah akibat melonjak nya penyebaran Covid-19 di wilayah mereka. Diantaranya DKI Jakarta, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. 

Tiga daerah ini dinyatakan masuk dalam zona Merah dan Orange. Untuk DKI Jakarta sendiri akan menerapkan PSBB Total mulai Senin 14 September.

Sementara Kabupaten Bogor melakukan perpanjangan melalui surat Keputusan Bupati Nomor 443/432/Kpts/Per-UU/2020, Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2020, tentang  perpanjangan ke-Tiga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai menerapkan pada tanggal 11 hingga 29 September.

Untuk Kota Bogor sendiri melalui Peraturan Walikota ( Perwali ) Nomor 900.45-673 Tahun 2020 tentang Perubahan Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 900.45-628 Tahun 2020, memperpanjang Pembatasan Sosial Berbasis Mikro dan Komunitas (PSBMK), dari tanggal 11 hingga 14 September. 

Penerapan PSBB ini banyak menilai pro dan kontra di tengah masyarakat. Terlebih bagi mereka para pelaku usaha kecil. Salah satu nya UMKM di bidang Pasar Malam dan hiburan wahana rakyat keliling (Komedi Putar).

Sebelum nya pemerintah juga sudah menerapkan hal yang sama dari bulan April, pasca Pandemi Covid-19 mulai meluas di Indonesia. Kurang lebih 5 bulan para pelaku usaha kecil ini harus tutup usaha. Hampir ribuan para karyawan hiburan wahana rakyat keliling (Komedi Putar) ini terpaksa di PHK. 

Hal ini terpaksa dilakukan oleh sang pemilik wahana lantaran tidak beroperasi nya usaha mereka. Sempat angin segar menerpa mereka, lantaran di cabut nya Maklumat Kapolri dan adanya kelonggaran yang diberikan pemerintah pusat pada pertengahan bulan Juli kemarin.

Terkait diterapkan nya lagi PSBB total di DKI Jakarta dan PSBMK oleh Pemkot Bogor serta Kab. Bogor di tanggapi serius oleh Organisasi Persatuan Pengusaha Pasar Malam Indonesia (P3MI). Melalui Ketua Harian DPP P3MI Pusat, Firman Hutabarat, para pemilik wahana dan pedagang pasar malam yang bergabung dalam organisasi ini berharap pemerintah daerah yang menerapkan PSBB dan PSBMK bisa memikirkan nasib mereka.

Dalam penerapannya, para kepala daerah membatasi aktivitas warga diluar rumah. Terutama bagi pelaku ekonomi, baik itu yang besar maupun UMKM. Khususnya bagi pedagang pasar malam dan kegiatan hiburan wahana rakyat keliling, mereka otomatis tidak akan mendapatkan izin keramaian dari Kepolisian dan Instansi terkait lainnya.

Filman menilai kebijakan PSBB kali ini apa bila terjadi kembali seperti awal, tentunya merugikan masyarakat, khusus nya pelaku UMKM dibidang Pasar Malam dan Wahana Hiburan Rakyat Keliling (Komedi Putar).

“Masyarakat di suruh menghindari penyakit, tapi harus juga di pikirkan ekonominya masyarakat yang akan menghadapi kelaparan dan kebangkrutan bagi usaha kecil ataupun menengah. Tidak semua masyarakat dapat bantuan melalui Bansos yang di sediakan,” ujar pria asal Medan ini kepada awak media Indonesiasatu.id, Sabtu (12/9/2020).

Lanjut Filman, “ Saya rasa bantuan yang terus menerus tidaklah efektif. Apalagi sekarang sekolah menggunakan Daring, maka di perlukan biaya yang besar, tidak seperti biasanya.”

Menurut nya, lebih baik aktivitas ekonomi di kasih kelonggaran berjalan. Hanya saja di terapkan pengawasan langsung oleh petugas yang berkerjasama dengan si pelaku usaha nya. 

“ Jangan sampai kebijakan PSBB melumpuhkan ekonomi masyarakat,” jelas Filman yang akrab di panggil Bang Barat ini.

Untuk diketahui, Organisasi Persatuan Pengusaha Pasar Malam Indonesia (P3MI) ini memiliki anggota lebih kurang 500 ribu dan tersebar di seluruh Indonesia. 

( LUKY )