Massa Aksi Tolak UU Ciptaker Desak Jokowi Mundur

Massa Aksi Tolak UU Ciptaker Desak Jokowi Mundur

JAKARTA--Unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja hari ini dilakukan oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan beberapa ormas Islam lainnnya. Massa dari berbagai kalangan orang tua hingga remaja memadati kawasan Patung Kuda Arjuna Wiiwaha, Jalan Merdeka Barat dengan membawa berbagai atribut hingga poster besar antara lain bertuliskan menuntut Presiden Joko Widodo mundur. 

"Siap berjuang bersama mahasiswa? Siap para ulama, takbir. Siap satu komando? kata orator Aksi..

Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin menyatakan belum bisa memastikan berapa orang yang akan terlibat dalam aksi ini karena digelar secara serentak di beberapa daerah.

Polda Metro Jaya memfokuskan titik aksi menolak Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Monumen Patung Arjuna Wiwaha atau bundaran patung kuda, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menutup parkir IRTI Monas, karena adanya aksi penolakan Undang-Undang Cipta Karya di sekitar kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, bagi pengguna fasilitas parkir IRTI Monas agar menggunakan fasilitas parkir lainnya.

”Parkir IRTI Monas ditutup sejak 12 Oktober 2020 pukul 22.00 WIB sampai 14 Oktober 2020 pukul 01.00 WIB”. ujar Syafrin dalam keterangan tertulis.

Selain itu, Dishub DKI juga menutup lima ruas jalan secara situasional di sekitar kompleks Istana Kepresidenan, yakni Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Museum, Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Majapahit, dan Jalan Veteran.

Mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat menyiagakan 13 unit mobil pemadam kebakaran dan 55 personel.

”Seluruh personel dan unit mobil damkar disiagakan di tiga lokasi. Ketiganya yakni Gedung DPR/MPR, area Gedung Sapta Pesona atau Patung Kuda, dan di Simpang Harmoni”.kata kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat Asril Rizal, Selasa (13/10/2020).

Antisipasi kericuhan juga dilakukan PT MRT Jakarta (Persero) dengan menutup 6 Stasiun Bawah Tanah dan 1 Stasiun Layang mulai pukul 13.00 WIB.

”Stasiun MRT Jakarta yang ditutup mulai dari Stasiun ASEAN sampai dengan Stasiun Bundaran HI. Kereta MRT hanya melayani perjalanan mulai dari Stasiun Lebak Bulus hingga Blok M”. ujar Corporate Secretary MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin dalam keterangannya, Selasa (13/10/2020).(hy)