Ketum Partai Demokrat AHY, RUU Ciptaker Berpotensi Banyak Masalah

Ketum Partai Demokrat AHY, RUU Ciptaker Berpotensi  Banyak Masalah

JAKARTA--Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta maaf kepada buruh dan pekerja atas kegagalan partainya membendung pengesahan RUU Ciptaker dalam Rapat Paripurna DPR karena partainya tak memiliki cukup suara.

Demokrat harus berkoalisi dengan kaum buruh dan pekerja terdampak oleh krisis pandemi dan ekonomi dalam menyikapi RUU Ciptaker.

"Insyaallah kita terus memperjuangkan harapan rakyat," ujar AHY.

Menurut AHY, partainya menolak pengesahan RUU Cipta Kerja karena tidak memiliki urgensi untuk disahkan. Seluruh pemangku kepentingan seharusnya lebih fokus menangani pandemi virus corona atau Covid-19.

Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker) sangat dipaksakan dan mengandung banyak pasal yang merugikan kaum buruh dan pekerja. Selain itu, RUU Ciptaker juga berbahaya karena akan menggeser sistem ekonomi Pancasila menjadi kapitalistik dan neoliberalistik.

“Jauh dari prinsip-prinsip keadilan sosial, alih-alih berupaya untuk menciptakan lapangan kerja secara luas, RUU tersebut berpotensi menciptakan banyak sekali masalah lainnya," ucap AHY, Senin (5/10/2020).

Pengesahan RUU Cipta Kerja juga diwarnai aksi walkout Fraksi Demokrat. Saat memutuskan walkout, anggota Fraksi Partai Demokrat, Benny Kabur Harman, menyatakan partainya tidak bertanggung jawab atas pengesahan RUU Ciptaker menjadi UU.

"Kami Demokrat nyatakan walk out dan tidak bertanggung jawab," kata Benny.(hy)