Ketua Dewan Penasihat Peradin Prof Frans Hendra Winata Kritisi Oknum Advokat Pengaruhi Peradilan Dengan Cara Kotor

Ketua Dewan Penasihat Peradin Prof Frans Hendra Winata Kritisi Oknum Advokat Pengaruhi Peradilan Dengan Cara Kotor

JAKARTA--Proses penegakan hukum yang semakin jauh dari cita-cita Negara Hukum (Rechtstaat) menjadi perhatian Ketua dewan Penasihat Badan Pengurus Pusat  (BPP) Persatuan Advokat Indonesia (Peradin), Prof Frans Hendra Winata.

Menurut Frans Hendra Winata, semakin maraknya praktik korupsi di semua lini birokrasi dilakukan dengan cara terang benderang membuktikan bahwa Proses penegakan hukum yang semakin jauh dari cita-cita Negara Hukum.

Ketua Dewan Penasihat Peradin juga mengkritisi beberapa oknum Advokat yang seharusnya menjadi benteng penegakan hukum malah sebaliknya.

”Saling sikut dan saling memperebutkan klien, mempengaruhi pengadilan dengan cara-cara kotor, membantu klien melanggar hukum, dan sebagainya”.ujar Frans Hendra Winata, dalam sambutan tertulis disampaikan ketua Peradin Banten Achmad Rivai pada HUT Peradin ke 56 di Kota Tangerang Selatan, Banten.

Dalam kesempatan itu, Ia meminta Kepada seluruh advokat khususnya advokat dari Peradin, untuk selalu mawas diri dan menjalankan profesinya secara profesional dan independen.

Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) merupakan organisasi Advokat tertua di Indonesia yang dibentuk pada tanggal 30 Agustus 1964 di Kota Solo.

Gelaran HUT Peradin ke 56 dilaksanakan di Kota Tangerang Selatan, Banten, dihadiri semua pengurus dan diisi dengan berbagai macam kegiatan diantaranya membagikan sembako kepada warga terdampak pandemic Covid-19 di Kampung Jaletreng, Kelurahan Serpong yang diserahkan oleh Ketua Umum BPP Peradin, Dr. Firman Wijaya, SH.MH. Kemudian, pembukaan Profesi Advokat kerjasama Peradin Banten dengan Universitas Pamulang Kota Tangerang Selatan. (hy)