Hari Ke Empat PSBB, Satpol PP Police Line RPTRA, Jaring Puluhan Orang Tak Bermasker

Hari Ke Empat PSBB, Satpol PP Police Line  RPTRA, Jaring Puluhan Orang Tak Bermasker

JAKARTA--Penerapan kembali pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di DKI Jakarta ditutup sementara dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Salah satu fasilitas publik yang ditutup yaitu Taman Bambu Mas Raya, oleh Petugas Gugus Tugas Covid-19 Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (17/9/2020).

Lurah Pondok Bambu, Angga Sastra Amidjaya, mengatakan, patroli wilayah untuk penindakan PSBB masih menemukan banyak pelanggaran. Oleh karena itu, pihaknya mencegah kegiatan yang mengundang kerumunan orang di fasilitas publik.

“Taman ini ditutup selama PSBB dua pekan ke depan dan bisa diperpanjang penutupannya bila diperlukan dengan melihat perkembangan pandemi Covid-19”. ujar Angga, di Taman Bambu Mas Raya.  

Selain menutup Taman, Satuan Polisi Pamong Praja menggelar Operasi Tertib Masker atau Operasi Tibmask di permukiman penduduk dan jalan protokol di wilayah kelurahan Pondok Bambu.

 “Ada lima orang terjaring Operasi, 1 orang diantaranya wanita. Para pelanggar memilih sanksi sosial yakni menyapu di sekitar lokasi operasi” ujar G.Gunawan, anggota Satpol PP Pondok Bambu, saat Operasi Tibmask, Kamis (17/9/2020).

Gunawan menambahkan, sejak pengetatan PSBB Senin (14/9/2020) hingga hari ini sebanyak 50 orang lebih terjaring Operasi Tibmask diantaranya di Jalan Laut Arafuru cukup banyak pelanggar terjaring pada umumnya kalangan remaja dengan berbagai dalih lupa menggunakan masker.

Seperti diketahui, Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melarang operasional tempat pariwisata, taman rekreasi, hingga tempat hiburan selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pengetatan. Selain itu, melarang kegiatan yang mengundang kerumunan warga di taman kota atau fasilitas-fasilitas publik.

"Begitu juga taman kota, RPTRA, fasilitas-fasilitas umum yang terkait dengan pengumpulan orang itu ditutup. Yang keempat adalah sarana olahraga publik olahraga dilakukan secara mandiri di lingkungan masing-masing," ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam konferensi pers di Balai Kota, Jakarta Pusat,, Minggu (13/9/2020).(hy)