Buruh Industri Pulogadung Aksi Mogok Kerja Tolak Omnibus Law

Buruh Industri Pulogadung Aksi Mogok Kerja Tolak Omnibus Law

JAKARTA--Aksi mogok buruh untuk menolak Omnibus Law Cipta Kerja berlangsung hari ini di masing-masing lokasi industri. Salah satunya di kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.

“Sejumlah pekerja sepakat mogok kerja hari ini sebagai wujud solidaritas buruh dalam menentang Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja”. ujar Koordinator Forum Buruh Kawasan Pulogadung, Hilman Firmansya, Selasa (6/102020).

Menurutnya, sudah mengajukan izin kepada pihak berwajib terkait aksi unjuk rasa pekerja ini hingga Kamis (8/10/2020). Unjuk rasa dilakukan perwakilan buruh dari 150 pimpinan unit kerja perusahaan yang ada di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur.

Selain aksi mogok, mereka juga memasang poster penolakan UU Cipta Kerja di beberapa titik di Pulgadung.  Mereka menilai beberapa poin dalam UU Cipta Kerja yang disahkan DPR, Senin (5/9/2020) merugikan pekerja.

Pekerja meminta Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tetap ada tanpa syarat dan tidak menghilangkan Upah Minimum Sektoral, nilai pesangon tidak berkurang, tidak boleh ada Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau karyawan kontrak seumur hidup serta tidak boleh ada "outsourcing" seumur hidup, cuti dan hak upah atas cuti tidak boleh hilang, karyawan kontrak dan outsourcing harus mendapat jaminan kesehatan dan pensiun.

“Untuk suarakan aspirasi buruh tolak omnibus law, melalui spanduk yang kami pasang di setiap pabrik” ungkap Hilman.(hy)